Kesadaran akan peran krusial daerah perbatasan semakin menyeruak dalam benak para visioner negara ini, termasuk jajaran eksekutif. Tumbuhnya kesadaran ini, meskipun mungkin agak terlambat, bertepatan dengan berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN pada akhir tahun 2015. Persaingan bebas semakin di depan mata. Kemampuan bersaing suatu bangsa sangat ditentukan oleh kemampuan sumber daya manusianya. Memang, di era sibernetik, garda depan persaingan tidak lagi terpatri hanya pada perbatasan fisik suatu negara. Akan tetapi, pertahanan dan ketahanan fisik tetaplah menjadi syarat kedaulatan sebagai faktor determinan daya saing suatu bangsa.

Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Shanti Bhuana (selanjutnya disingkat STIM-SB) didirikan di Kabupaten Bengkayang, yang merupakan daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Dari Visi, Misi, dan Tujuannya dapat disimpulkan bahwa semangat atau roh dari STIM-SB adalah nilai-nilai kebangsaan yang berakar pada etika dan religi yang pancasilais. Fokus utama STIM-SB adalah menghasilkan manusia-manusia Indonesia yang bersinar sebagai insan-insan pancasilais yang kompeten, bersih, dan jujur. Insan-insan ini dibina dalam institusi perguruan tinggi sehingga sekaligus menjadi tenaga-tenaga akademis yang memiliki high science dan high skill. Dengan kata lain, STIM-SB merupakan suatu implementasi praktis sistem pemuridan berbasis etika dan religi pancasilais dengan tujuan peningkatan daya saing SDM daerah perbatasan Bengkayang sebagai ‘dapur’ untuk memproduksi sumber-sumber daya alam dan jasa. Ipsa scientia potestas est.

Visi STIM Shanti Bhuana

Berdasarkan berbagai situasi dan kondisi yang dihadapi di lapangan nantinya, Visi STIM-SB dirumuskan sebagai berikut: menjadi Sekolah Tinggi berbasis cinta tanah air, integritas, profesionalitas, dan budaya Amare.

Misi STIM Shanti Bhuana

  1. Berhadapan dengan masalah orientasi idealisme kebangsaan, STIM-SB  merumuskan misi pertamanya untuk membentuk pribadi-pribadi yang cinta tanah air, berwawasan kebangsaan, memiliki nasionalisme tinggi, ahli, kreatif, dan inovatif dalam bidangnya dengan penekanan pada penerapan disiplin, iman yang mendalam, moral yang tinggi, dan integritas dalam masyarakat.
  2. Misi yang kedua adalah membentuk calon-calon pemimpin masa depan yang handal (trustworthy) dalam komunitas mereka masing-masing: cerdas, terampil, inklusif, kreatif, bugar, disiplin, santun, jujur, bertanggungjawab, dan dapat bekerjasama baik dalam kelompok kecil maupun besar.
  3. Misi yang ketiga sebagai suatu institusi atau lembaga pendidikan tinggi, STIM-SB memiliki misi untuk melaksanakan pembelajaran dan pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan profesional di bidangnya serta dapat menjawab tuntutan dan kebutuhan masyarakat.
  4. Misi keempat adalah misi yang berkaitan dengan pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi. Namun, dalam hal ini, untuk memasukkan kekhasan utamanya, STIM-SB akan menambahkan satu dharma yang lain sehingga menjadi Catur Dharma, yaitu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan Budaya Amare dengan orientasi pembangunan kesejahteraan masyarakat dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna demi terciptanya ketahanan nasional yang tangguh.